when i say "i love you"
Kata cinta itu sudah menjadi sangat komersial. Seringkali itu sudah menjadi hal yang biasa, bahkan sudah menjadi kewajiban bagi pasangan yang sedang mabuk asmara. Seringkali dalam kehidupan ini kita sudah menjadi terlalu mudah untuk berkata "i love you".
Nah itulah sedihnya. Makna dari kata cinta yang sebenarnya sudah semakin kabur belakangan ini. Cinta itu begitu mudahnya terucap sehingga kita sudah lupa apa konsekuensi dari kata itu sendiri. Seharusnya cinta itu adalah suatu kata yang sangat sulit untuk diucapkan karena begitu sulitnya kita untuk melakukannya. Cinta mengandung makna yang begitu dalam yang manusia biasa tidak akan pernah mampu melakukannya. Cinta bukanlah sebuah emosi belaka yang tidak stabil, yang bergelombang dan yang harus selalu diperjuangkan agar tetap ada.
Dulu saya berpikir cinta adalah sesuatu yang amat sangat rumit untuk didefinisikan, lebih dari apa yang dapat kita pikirkan, sangat kompleks dan sangat abstrak. Saya menganggap cinta benar2 melibatkan emosi semata dan benar2 bergantung pada suasana hati. Sekarang saya berpikir kalau cinta itu seharusnya simple dan murni. Cinta yang sejati harus diberikan kepada orang lain secara tulus dan murni. Cinta lebih dari emosi belaka, tetapi cinta adalah sebuah komitmen. Cinta bukanlah sebuah perasaan yang bisa muncul dan bisa hilang, tetapi cinta itu ada dan tidak akan pernah hilang jika kita mau memberikannya kepada seseorang.
Kata cinta itu begitu sulit untuk dilakukan. Saya mencari-cari dari berbagai sumber apakah yang dimaksud dengan cinta dan saya mendapatkan definisi cinta sejati yang sangat tepat dan begitu susah untuk dilakukan manusia kepada manusia lainnya.
Love is patient and kind
It does not envy,
It does not parade itself,
It is not puffed up,
It does not behave rudely,
It does not seek its own interest,
It is not provoked,
It thinks no evil, It does not rejoice in iniquity,
But rejoices in the truth,
Bears all things,
Believes all things,
Hopes all things, Endures all things, Love never fails.
Sering kali kita dikendalikan keadaan. Tatkala seseorang memberi kita hadiah, seseorang memberi kita perhatian, seseorang mendukung kita, ataupun seseorang sudah menjadi seperti yang kita harapkan, kita begitu mudah mengatakan "aku mencintaimu". Bisakah kita tetap berkata "aku mencintaimu" ketika seseorang sudah menyakiti kita, melakukan hal yang kasar terhadap kita, lalai memberi yang terbaik untuk kita, atau bahkan membenci kita?
Mungkin ini terdengar terlalu idealis bagi kebanyakan orang yang menganggap hal ini mustahil dan tidak akan mungkin dilakukan kebanyakan orang. Betul, saya setuju. Setiap orang memiliki tendensi untuk meminta dan mengharapkan lebih dari seseorang. Setiap orang tidak akan bisa mencintai orang lain tanpa merasakan cinta yang terbesar, yang sudah Tuhan berikan kepada manusia di dunia. Cinta terbesar yang pernah kita terima dari Tuhan adalah sebuah anugrah terindah. Seseorang tidak akan pernah bisa mencintai orang lain jika ia tidak menerima cinta Tuhan dan tidak mau mencintai dirinya sendiri. Mustahil seseorang akan mencintai orang lain secara tulus jika ia membenci dirinya sendiri. Karena itu belajarlah menerima keadaan kita, belajarlah mengasihi diri kita apa adanya. Belajarlah untuk menyadari kalau hidup kita ini tidak sia-sia. Pikirkan hal ini, jika seseorang tidak mau menerima dirinya sendiri apa adanya, bagaimana dia bisa berkata "aku menerima dirimu apa adanya?"
Cinta adalah anugrah. Jika seseorang mau mencintai orang lain dan mau berkomitmen untuknya, syukurilah itu dengan sangat, karena cinta itu begitu sulit untuk diberikan manusia kepada manusia lainnya. Cinta adalah sebuah komitmen untuk selalu memperbaiki diri dan tidak egois. Cinta tidak akan hanya mencari balasan tetapi sesuatu yang sangat murni dan tulus diberikan.Cinta adalah sesuatu yang sangat mulia yang dianugrahkan Tuhan kepada kita.
Jikalau kita memiliki seseorang yang sangat spesial bagi diri kita yang mau belajar mencintai kita, syukurilah. Janganlah menganggap semua pemberian dari seseorang itu hanyalah sesuatu yang seharusnya kita dapatkan. Pikirkanlah kemungkinan terburuk tatkala orang itu tidak mampu memberikan apa-apa lagi kepada kita. Ketika kita mampu bertahan dalam situasi itu, setiap pemberian dari orang itu merupakan sesuatu yang sangat indah. Setiap pemberian, baik itu materi, moril, perhatian, semangat, apapun itu, menjadi sangat berharga. Seandainya kita bisa menemukan seseorang yang bisa kita cintai tanpa menjadi egois, itu betul-betul sebuah anugerah.
"Love the Lord your GOD with all your heart and with all your soul and with all your mind. Love your neighbour as you love yourself"
"In life, it is very seldom to love someone and get loves in return. Once you have someone who loves you, treasure it. Keep him/her in your heart and never let him/her go. It is better to lose our pride to the one we love than to lose the person whom we love just because of our emotion and pride."
So thank GOD I found her, thank GOD I want to LOVE her despite of all my weaknesses.

Van, keren entry loe. boleh dilink ga blognya?
Posted by: Theresia | April 20, 2007 08:26 PM
the last paragraph kata2nya bner abiss...
Posted by: | April 26, 2007 06:10 AM